Kamis, 29 Maret 2012

Pilihan Hari Ini: Saham Batu Bara

Mau beli batu baru, biji besi, logam Hub Irvan ya 081586612270
INILAH.COM, Jakarta – Saham sektor batu bara menjadi pilihan para analis hari ini. Terutama karena masih lagging dan tidak terimbas sentimen negatif kenaikan harga BBM.
Akhmad Nurcahyadi, analis dari BNI Securities merekomendasikan saham sektor tambang batu bara. Menurutnya, dengan peluang penguatan IHSG yang terbatas di jangka pendek, investor sebaiknya mengakumulasi saham-saham yang masih lagging dan tidak terdampak kenaikan BBM bersubsidi.
Adapun sektor batu bara dipilih karena masih sangat lagging. Kendati tren kenaikan harga minyak mentah berlanjut, harga batubara masih tertinggal.
Beberapa saham yang disarankan Akhmad adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG), TB Bukit Asam (PTBA) dan Borneo Energy (BORN),”Investor bisa akumulasi beli saham-saham ini,”ujarnya.
Pengamat pasar modal Pardomuan Sihombing juga menilai saham sektor batu bara tetap menarik. Ia menilai, kendati AS dan Eropa krisis, mereka tetap butuh komoditas ini. Hal ini didukung daya beli masyarakat yang meningkat seiring perbaikan ekonomi.
“Terlihat dari adanya pertumbuhan ekonomi, meski lambat. Kemudian turunnya tingkat pengangguran dan membaiknya angka penjualan rumah,”ujarnya.
Terkait kenaikan harga BBM, Domu menilai investor merespon positif sentimen ini. Mereka menilai, kenaikan ini akan membuat struktur APBN lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kinerja perekonomian dalam negeri.
Saat ini, pasar sedang mengantisipasi inflasi Maret, yang diperkirakan masih terkendali di kisaran 5,2%. Serta laporan keuangan kuartal pertama yang dinilai baik.
Sedangkan Yuganur Wijanarko dari HD Capital menjagokan saham Bumi Resources (BUMI), yang mempunyai kapitalisasi terbesar di grup Bakrie dan sektor batubara. “Rekomendasi beli dengan target harga dapat mencapai Rp2.525,”ujarnya.
Menurutnya, BUMI terangkat sentimen dari kenaikan harga minyak mentah dan musim kemarau yang akan tiba sesuai jadwal. Selain itu, penutupan IHSG di atas 4.065 di atas harga satu pekan terakhir, seharusnya membuka peluang bagi grup Bakrie untuk "bermain" di pasar, dipimpin oleh BUMI.
Berdasarkan laporan Bumi Plc, BUMI membukukan rugi bersih US$119 juta selama 10 bulan terakhir 2011. Namun, dari sisi top line, BUMI masih membukukan hasil yang positif dengan pendapatan mencapai US$3,5 miliar terakhir 2011. Angka ini relatif sejalan dengan estimasi pasar.
Dari sisi produksi, produksi di 2011 mencapai 65,9 juta ton atau naik 0,1% YoY, penjualan 63,4 juta ton, naik 4,5% YoY, dengan harga jual rata-rata meningkat 32% menjadi US$93.3 per ton.
Terkait laporan keuangan BUMI ini, Samuel Sekuritas masih memberi rekomendasi beli. Demikian juga saham Adaro Energy (ADRO), dengan kinerja 2011 melebihi estimasi.
ADRO mencatat laba bersih 2011 sebesar US$550 juta, tumbuh 123% YoY. Kenaikan tersebut didukung oleh pendapatan perseroan yang tumbuh 47% YoY menjadi US$3,9 miliar.
Samuel sekuritas menuturkan, pendapatan dan laba ADRO selama 2011 tercatat 117% dan 109% melebihi estimasi. Kinerja perseroan juga melebihi estimasi konsensus.
Peningkatan pendapatan didukung volume produksi sebesar 47,67 juta ton, atau naik 13%YoY, volume penjualan batu bara sebesar 50,78 juta ton, naik 15,8% YoY, dan kenaikan ASP sebesar 27,26% YoY menjadi sekitar US$78.52 per ton.
Dengan kenaikan kinerja, maka margin perseroan secara keseluruhan meningkat. Gross margin tumbuh menjadi 35,8%, operating margin menjadi 32,2%, net margin menjadi 13,8%. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi sebesar 50-53 juta ton dengan stripping ratio sekitar 6,4 kali. [ast]
Sumber 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar