Selasa, 17 April 2012

Stok Menipis, Harga Bahan Bangunan Naik Drastis

BANDUNG, (PRLM).-Keputusan DPR yang menunda kenaikan harga BBM ternyata tidak memberi pengaruh terhadap harga bahan bangunan di Kota Bandung. Dalam dua hari ini, harga bangunan malah melonjak naik akibat terjadinya kelangkaan barang. Hal ini disampaikan beberapa penjual bahan bangunan di Bandung.

Berdasarkan pemantauan "PRLM", Senin (2/4), harga besi naik 30% menjadi Rp 45.000, harga semen rata-rata naik Rp 2000 menjadi sekira Rp 60.000 per sak, besi 12 inci naik Rp 10.000 menjadi Rp 95.000 per batang, dan pasir pun naik Rp 100.000 menjadi Rp 900.000 per truk.

Pegawai Toko Bahan Bangunan PD Akur Kusen Cikutra Barat No.34, Bandung Deden Sohidin (38) mengatakan barang material bangunan menjadi langka. "Selama seminggu terakhir, sulit mendatangkan stok barang. Jadi tidak ada pengaruh harga BBM mau naik atau tidak," katanya.

Bahkan Deden mengatakan jika barang tetap sulit diperoleh, ada kemungkinan harga bahan bangunan akan naik rata-rata 50%.

Hal senada juga disampaikan Pemilik Toko Bahan Bangunan Naga Mulia di Jalan Surapati No 80, Bandung, Ida (26). "Stok bahan bangunan kami menipis. Sepertinya ada penimbunan barang sehingga sulit menambah pasokan," katanya.

Harga yang tinggi akibat sulit mendapat tambahan stok bahan bangunan ini membuat penjualan di sejumlah toko bahan bangunan menurun 20%-25%. Jika hal ini terus terjadi, Ida memastikan harga bahan bangunan terus naik dan tidak akan normal. "Barangnya susah sehingga sulit menurunkan harga," kata Ida. (CA-02/CA-01/A-10

Sumber Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar